Hipertensi Setelah Melahirkan

Untuk kali ini Langkah Kesehatan akan membahas tentang Hipertensi yang dialami seorang wanita yang mengalami hipertensi setelah melahirkan. Tekanan darah, kadar trigliserid dan kolestorel yang selalu tinggi sebenarnya merupakan gejala dari gangguan fungsi atau penyakit pada organ metabolik (liver, pankreas, atau ginjal).

Penyebab yang paling besar sebenarnya adalah pola makan yang salah, misalnya terus-menerus mengkonsumsi makanan yang diproses secara berlebihan, tinggi protein, lemak, dan karbohidrat. Kebiasaan itu menyebabkan pH darah terlalu asam (acid) dan konsistensi darah lebih pekat. Hal ini menyebabkan distribusi makanan menuju sel-sel menjadi tersendat-sendat sehingga organ vital menjadi lemah dan keropos akibat malnutrisi. Jika salah satu organ rusah atau terganggu maka fungsi organ-organ lainnya menjadi terganggu maka fungsi organ-organ lainnya otomatis ikut terganggu dan menimbulkan gejala-gejala seperti yang Anda alami.
Mengurangi makan, minumobat, dan minum omega-3 hanya dapat meredam gejalanya, tetapi tidak melenyapkan masalahnya. Membatasi makanan, tetapi jenis makanan masih lebih besar makanan pembentuk asam, hanya akan membuat tubuh semakin kekurangan gizi dan organ-organ semkain rusak. Obat terus-menerus juga hanya menimbulkan ketergantungan dan tambahan racun pada organ-organ tersebut. Sedangkan omega-3, walaupun bermanfaat, tidak dapat bekerja sendirian untuk memperbaiki keseimbangan kolesterol dan trigliserid dalam tubuh.
Anda tidak perlu lagi membatasi jumlah makan. Makan harus sampai kenyang, tetapi tidak kekenyangan. Yang perlu dibatasi dan dihindari adalah jenis makanan seperti:
v   Semua gula/karbohidrat yang diproses., termasuk produk olahannya (gula-gula, softdrink, puding, roti, biskuit, dsb) dan gula sintetis, seperti aspartam dan sakarin.
v   Alkohol
v   Daging merah, terutama yang digoreng atau diproses menjadi daging asap, kornet, sosis, dan bakso
v   Susu ternak, terutama sapi, dan produk olahannya kecuali yogurt
v   Ayam dan telur ayam negeri
v   Semua pengawet dan kimia (makanan industri termasuk kalengan dan instan)
v   Makanan tinggi lemah jenuh /trans (gorengan, margarin, dan santan)
v   MSG 
Penderita hipertensi dan kolesterol/trigliserid tinggi umumnya defisiensi kalsium, magnesium, besi dan kromium –mineral yang banyak terdapat pada makanan pembentuk basa. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pola makan sebaiknya 60-70% terdiri dari makanan pembentuk basa (buah dan sayuran segar). Pilihlah:
1.   Buah-buahan dan sayuran yang mengandung karbohidrat (berfungsi mempercepat pembakaran kalori) dan antioksidan (membantu pembuangan racun dari dalam tubuh), misalnya jeruk, brokoli, kembang kol, mentimun, selada, dan terong.
2.  Bawang-bawangan seperti seledri, bawang putih, atau bawang bombay karena mengandung zat yang dapat mengurangi kepekatan darah.
Protein diperoleh dari:
1.           Biji-bijian atau polong-polongan seperti kedelai (susu, tahu, dan tempe).
2.           Yogurt dan kefir, susu yang diasamkan oleh bakteri L. Acidophilus atau sejenisnya.
3.           Ayam dan telur organik (dipelihara alami, tidak disuntik antibiotik dan hormon sintesis).

4.      Ikan berlemak dari laut dingin seperti sarden, salmon, tuna, atau gindara (kaya akan omega-3).
Semoga informasi tentang hipertensi saat hamil dapat memberi tahu anda kenapa itu bisa terjadi dan apa yang harus anda lakukan. 

HALLO SAHABAT BLOGGER | TERIMAKASIH SUDAH MAU BERKUNJUNG DI BLOG ONEPOIN, BAGI SOBAT YANG MAU COPAS ATAU MAU SALIN ULANG ARTIKEL INI BISA LIHAT DULU KETENTUANNYA DI MENU TOS YAH | TERIMAKASIH ATAS KERJASAMANNYA.

BERBAGI ITU INDAH

Dapatkan Update Artikel Terbaru langsung ke Email Kamu

ARTIKEL TERKAIT

Previous
Next Post »